Perlu atau bahkan wajibkah Negara Indonesia menjadi negara Islam

Dari judul diatas bukan berarti penulis mau ikut campur dalam bidang Politik Kenegaraan, “tidak sama sekali” akan tetapi ini hanyalah sebuah pendapat, ikut rembuk sama-sama.

Dalam ushul fiqih yang dirangkum dalam qoidah fiqih, ada kaidah yang berbungi “Maslahatul Ammah” atau “Kemaslahatan Umum”, tidak pandang bulu, apakah ia berbeda ras, suku, bangsa, negara, bahkan agama sekalipun. Terlebih kalau kita bicara masalah Negara yang mencakup semuanya, dalam hal ini pemegang kekuasaan adalah rakyat.
Penulis menghargai kalau seandainya ada beberapa golongan yang menginginkan negara ini menjadi negara Islam, karena inilah Demokrasi, mungkin mereka berpandangan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Tetapi Islam menekankan “Rohmatal lil’alamin” Rohmah bagi keseluruhan, dalam hal ini penulis mengartikan alamin adalah selain Allah, pada intinya.adi kita tidak bisa berpandangan hanya pada satu golongan/kelompok saja. Kalau kita Membicaraan tentang negara, tentunya yang di pentingkandalah Rakyat. Apabila kita hanya mementingkan satu golongan dalam hal ini mungkin agama Islam, apa nantinya orang selain Islam akan di no 2 kan? nah kalau begini di mana letak keadilan dalam berbangsa dan bernegara, yang mengutamakan kepentingan Rakyat.

Mungkin kalau kita menengok negara Islam seperti Malaisia misalnya, wajar saja kalau mereka mendirikan negara Islam, karena mereka hanya satu suku/rupun, yakni Melayu. Seperti sebuah organisasi yang menjadikan Islam (Qur’an Hadits) sebagai dasar idiologi mereka, karena mereka mempunyai satu tujuan dan kepentingan yang sama, Sementara kalau di lihat secara geografis dan sosiologis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku bangsa.

“Dar’ul mafasyid muqoddamun ala jalbul masholih” mencagah perbuatan yang keji itu lebih diutamakan dari pada mengajak kepada kebaikan.
Qoidah inilah yang menjadai alasan juga untuk mempertimbangkan apakan negara ini akan di rubah menjadi negara Islam.
Jikalau seandanya negara ini di jadikan negara Islam, apakan akan menjamin kesatuan, kenyamanan, kedamaian di Indonesia ini, atau justru sebaiknya? Terjadi pertengkaran, bahkan perang saudara. Dan akhirnya akan menjadi negara-negara sendiri/terpecah belah. Nah perpecahan, pertikaian dan bahkan perang saudara inilah yang harus di hindari.

Menengok sejarah kebelakang Indonesia menjadi negara dengan penduduk Islam terbesar, adalah peran islam dalam penyebarannya dengan menggunakan metode sosial budaya/kultural dan ekonomi/perdagangan. Dan rasa saling menghargai dan menghormati antara umat yang lain. hal inilah yang menjadikan Islam dapat diterima di masyarakat dengan senang hati.
Seperti Sunan Kali Jaga dengan tembang Ilir-ilirnya, dan dengan wayang kalimasada dan Sunan Kudus dengan pelarangan penyembelihan Sapi, karena Sapi dianggap sebagai binatang suci oleh masyarakat sekitar (hindu/budha) pada waktu itu. atau kalau meminjam istilah Ekonomi, para Sunan memasarkan agama sesuai dengan market/pasar waktu itu dengan di modifikasi, tentunya dengan cohtoh/mauidloh yang lebih baik.

“Tidak ada paksaan untuk agama ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat”(Q.S Al-Baqoroh 256).
nah disinilah letah penghargaan yang tinggi Alqur’an kepada kita semua. dimana telah jelas jalan yang benar yang terkandung dalam Al-Qur’an, dengan demikian “pilihan” dan pengetahuan adalah jalan yang baik untuk meyakini Kebenaran Islam. yang jadi pertanyaan adalah sudahkah dan mampukah kita menyampaikan Islam dengan jalan yang baik dan benar, sehingga dapat menjadi suri tauladan, atau dengan kebodohan dan arogansi kita dalam menyampaikannya, sehingga kita hanya mendapat cemoohan, hinaan dan fitnah,
dan bahan sebagai kambing hitam.

Sikap yang dicontohkan Rosulullah sebagai suri tauladan, dan penyempurnaan Akhlaq yang mulia, dan juga di contohkan pula oleh para Sunan di Indonesia ini sepertinya hanya menjadi legenda. dan ironisnya, metode ini sekarang ditiru oleh orang-orang barat. Sebagai contoh pelayanan makanan cepat saji Mc.D, memberikan layanan dan inovasi yang sesuai dengan kebudayaan yang diinginkan masyarakat alias sesuai dengan trend/market/pasar. Shell POM Bensin, memberikan pelayanan lebih, exp. dengan membersihkan kaca mobil customer. IBM, Intel, Nokia juga memberikan pelayanan yang begitu baik dan inovasi tiada henti. Bukankah itu metode yang di ajarkan oleh para Sunan kepada kita?

“Faidza Khuyyitum bi tahiyyatin fahayyu biahsana minha aurudduha”.
Jikalau engkau di beri salam/dipuji maka berilah pujian yang lebih baih (kepada yang memuji) atau paling tidak sama (kadar salam/pujiannya)
mungkin boleh saya artikan.
“jikalau product kamu di puji, maka tunjukkanlan bahwa produk kamu itu lebih baik dari pada pujiannya, atau palaing tidak sama”.
Bukan malah mengurangi takaran atau kulaitas dan kuantitasnya.

Karena rasa putus asa, dan dengan mengedepankan egoisme tanpa alasan, kemudian kita melarang orang-orang untuk membeli produk mereka. karena saking sibuknya melarang … kita tetap tertinggal di belakang dengan membawa egoisme dan kemarahan tanpa alasan dan penyelesaian.

Bukankan PR kita makin banyak untuk menunjukkan Islam agama yang menjadi panutan, mungkin kita perlu menyadari bahwa Islam tempatnya bukan hanya pada sisi IDEOLOGI saja, Tapi Segi Sosial/Budaya, Ekonomi dan profesionalitas yang perlu kita tingkatkan. Bukankah kita sadar bahwa perpolitikan hanya akan membawa kepada “Sakit Hati”. walaupun di satu sisi kita pun berusaha memberi untuk mencari perpolitikan/ideologi yang sehat.

21 responses to “Perlu atau bahkan wajibkah Negara Indonesia menjadi negara Islam

  1. Sebenarnya saya tidak setuju kalau agama harus disesuaikan dengan trend pasar, entar para ulama jadi kayak pildacil dong yang berkutbah hanya untuk mendapatkan sms sebanyak2nya.

    Sebenarnya malaysia terdiri dari etnis yang berbeda2 pula, bahkan iklan di tv nya pun 3 bahasa, tergantung acaranya sedang pake bahasa apa.

    Saya sendiri ingin Indonesia jadi negara Islam, namun tidak hanya embel2 atau hanya memakai Qishos saja, seperti kerajaan2 Islam jaman dahulu yang tiran, namun pinginnya negara yang menegakkan sunnah seperti etika kenegaraan. Namun yang didengung2kan orang hanay hukum potong tangan aja, etika pemerintahannya jarang dibahas, apalagi diwujudkan dalam undang-undang. Padahal sebenarnya sumber Islam yang rinci mengenai etika pemerintahan itu cukup tersedia, umpama pada Nahjul Balaghah.

    • kalau seumpama antum tdak setuju coba kita liat dulu apa sisi positifnya dan apa sisi negatifnya,kita tau saudi arabia,dia adalah negara yg menerapkan hukum islam kita bisa liat apakah tinngi angka kriminal di negri tsb,bandingkan dengan indonesia yabg merupakan negara dengan peduduk islam terbesar di dunia tapi apakah sesuai dengan apa yg diharapkan,kurupsi merajalela,angka kriminal pun sangat tinngi.jadi tidak ada slahnya jika indonesia menjadi negara islam.

  2. [quote]
    Karena rasa putus asa, dan dengan mengedepankan egoisme tanpa alasan, kemudian kita melarang orang-orang untuk membeli produk mereka. karena saking sibuknya melarang … kita tetap tertinggal di belakang dengan membawa egoisme dan kemarahan tanpa alasan dan penyelesaian.[/quote]

    menurut saya kalimat pada paragraf ini sudah lain kasus. melarang menggunakan produk mereka (zionis) adalah bentuk solidaritas terhadap ummat islam yang ditindas di bumi palestina. para ulama berkata:”jika ada seorang muslimah di aniaya dibelahan bumi barat, maka seluruh ummat islam dibelahan bumi timur wajib membelanya”. sedangkan yang kita lihat, mereka bukan hanya dianiaya, tapi diperkosa, di bunuh, dan disiksa.

    tentang mendirikan negara Islam, saya sebagai ummat Islam, tentu lebih sepakat memiliki negara dengan dasar Islam. baik dari konstitusinya maupun sistemnya

  3. Saya kurang sependapat apabila Indonesia menjadi Negara Islam secara INSTAN ..
    Yang paling penting menurut saya adalah bagaimana Menjadi Islam secara Kaffah (Keseluruhan). Jika saja seluruh Umat Islam di Indonesia meneladani Rasulullah SAW, mungkin Indonesia tidak akan lama dalam keterpurukannya. Dan satu lagi, Pertama kali yng harus dibenahi adalah Petinggi2x bangsa, imannya harus ditata dengan benar. Seumpamanya Sebuah pohon, jika yng dipangkas hanya ranting2x kecil ya tetep aja sampah2x daun yng berjatuhan masih banyak, tapi jika yng dipangkas dahan besar pasti daun yang jatuh bisa berkurang banyak. *halah perumpaan yng aneh :-p *

  4. Lihatlah Pancasila…. Apakah skr pancasila masih dijalankan oleh masyarakat Indonesia? apakah isi2 dan butir2 di dalamnya sudah dijalankan dengan baik? seharusnya semua harus sesuai dengan porsinya….

    Agama tdk Boleh dipaksakan….
    Agama adalah kebebasan….
    Keterikatan dengan Sang Maha pencipta…

    Apakah memang Indonesia Sudah Pantas menjadi Negara Islam? sementara Umat Islam sendiri masih banyak yang keluar dr Aturan2 Nya…..

  5. Lho mas Afton, saya malah mau nanya, bagaimana “rohmatan lil alamin” bisa terwujud kalo negara ini tidak melaksanakan syariat Islam ?

    Yang saya pahami pelaksanaan syariat Islam bukanlah untuk memaksa orang pindah agama, tapi supaya kita melaksanakan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Pencipta kita. Sang Pencipta tentulah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi yang diciptakannya, makanya dia menurunkan wahyu kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada manusia. Ibaratnya motor, tentu pabrik pembuat motor lebih mengetahui ttg motor yang dibuatnya, supaya motor jalannya tetap oke maka kita musti mengikuti aturan yang ditetapkan pabrik motor itu. Begitu juga kita, kalo mau hidup mendapat ridho-Nya maka harus mau melaksanakan aturan / syariat yang telah Dia buat.

    Di dunia, manusia silahkan saja memilih agama mana yg menurut dia paling benar toh nanti di akhirat dia sendiri yang akan mempertanggung jawabkan pilihannya itu, namun ketika dia sudah menjatuhkan pilihannya maka mau tidak mau dia terikat dengan aturan-aturan dalam agama yang dia yakini itu. Dan kita, karena sudah memilih Islam sebagai agama kita maka konsekuensinya kita harus menjalankan aturan-aturan dalam agama kita. Makanya bagi saya jikalau syariat Islam di negeri ini tidak mungkin dijalankan kecuali dengan berubahnya Indonesia menjadi negara Islam, ya saya pilih negara Islam.

  6. Daulah islam indonisy dambaanku. Kalau qt gak mau hidup dg sistem islam,sistem allah,jgn gunakan rijki allah,jgn nafas pakai oksigenya allah,jgn minum pakai airnya allah,hanya orang jahil yg tdk mengingingkan diterapkan syariat islam di negerinya.Islam merupakan rohmatan lil alamin,rahmat u semua alam,hanya orang dungu n jahil yg tak mau mengambil rohmat allah yg plg mulia yaitu islam.

  7. Menurut saya sih itu mudah saja. apakah negara inai dibuat negara Islam atau sekuler sekalipun. yang terpenting kan pribadinya yang menjalankan.

    syukur bisa terwujud kalo tidak ya nggak masalah. gitu aja kok repot.

    yang terpenting, kita tidak memaksakan agama kita kepada orang lain, kan belum tentu agama kita yang benar??? kalo benar menurut versi siapa?? ya kalo versi kita??? kalo versi mereka???

  8. Dalam sejarah kenegaraan Indonesia pernah ada piagam jakarta yang berisi tentang kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya. Ini adalah perjuangan dari tokoh-tokoh muslim yang konsisten. Namun karena menghadapi berbagai pertentangan di Wilayah Indonesia Timur, dengan semangat persatuan akhirnya kalimat tersebut dihapus. Tetapi toh akhirnya sebagian besar tokoh Islam menerima keputusan tersebut. Ini adalah pengorbanan terbesar mereka, karena pada masa itu sangatlah mudah untuk membentuk Indonesia menjadi Negara Islam.

    Apakah dengan negara Islam lantas permasalahan akan tuntas begitu saja? Bagaimana negara Islam semisal Malaysia ternyata tidak bermoral Islam, dengan seenaknya mencaplok wilayah Indonesia, mengklaim budaya Indonesia, bahkan memperlakukan TKI kita dengan semena-mena. Bagaimana pula dengan pelaksanaan syariat Islam di daerah Aceh? Apakah bisa sesuai harapan? Ternyata juga banyak masalah yang muncul.

    Firman Allah :
    Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al-Baqarah:177)

    Yang terpenting bukan menghadap ke arah mana, bukan berkiblat ke arah mana, bukan berbentuk seperti apa, tetapi actionnya…!
    Perjuangan secara politik hanyalah bagian kecil dari sebuah perjuangan besar mewujudkan masyarakat Islami. Hal yang lebih penting tentunya dalam hal sosial, ekonomi, pendidikan, yang berkaitan langsung dengan kemaslahatan ummat.

    Menurutku sih kalau bisa indonesia menjadi negara islam tanpa melalui
    jalan kekerasan, kenapa tidak? Tetapi kalau harus mengorbankan masyarakat sipil, perlu ditanyakan lagi, perjuangan itu untuk siapa?

    Wallahu A’lam….

  9. Ingat pesan nabi Muhammad SAW –>
    “Telah aku tinggalkan bagi kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selamanya selagi berpegang tegung dengannya yaitu Al-Qur’an dan sunnah para nabinya”(HR Imam Malik dalam Muatta’).
    Maka dari itu mari kita sama-2 memahami :QS. Al A’raaf :179 –> Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
    Dan Simak juga Firman Allah SWT berikut “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban” (QS 17:36).

  10. gini aja wahai kau yang menginginkan indonesia menjadi negara islam.anggap saya indonesia bagiantimur dan saya buka beragama islam. jika indonesia menjadi negara islam, maka saya akan memerdekakan diri dari indonesia, tapi jika indonesia tetap dipertahankan sebagai negara persatuan yang mengayomi semua orang indo yang suangat beragam, maka saya tetap jadi indonesia. gitu aja kok repot. tinggal pilih. indonesia jadi negara islam atau saya(kami) merdeka!!!ingat,,kita sedang bicarakan masa depan
    negara INDONESIA yang mencakup islam kristen hindu budha konghucu dan semua perbededaan yang ada. bukan hanya untuk islam. mari berfikir dewasa dan luas….

  11. Apalah arti sebuah nama kalu cuman sebuah nama saja. Negara kita bukan negara islam tapi masyarakat kita banyak yang islam mulai dari islam yang benar-benar islam mukmin dan hanya islam KTP. Jadi menurut saya buat apa pusing-pusing memikirkan Indonesia menjadi negara Islam.Lebih baik kita pikirkan diri kita sendiri, keluarga, teman-teman dan tetangga supaya menjadi muslim yang mukmin. Biar mereka yang tidak Islam urusan mereka dan kita sebagai umat islam kita pikirkan agama kita, dan sudah di terangkan dalam Al-Quran : Bagimu agamamu bagiku agamaku (Al-Kafirun : 6)

  12. saya juga sama sekali tidak stuju
    trus agama yang gmna donk….
    jika itu terjadi
    berarti agama islam itu tidak ada pengertian
    cuma menang sendiri
    maaf bukannya marah
    cuma mau kasih tau….GBU

  13. Asalam mualaikum W.W.

    Kita tidak perlu memikirkan Negara kita harus atau tidaknya menjadi negaara Islam, kan penduduk indonesia mayoritas islam dan perjuangan melawan penjajah pun dengan semangat Allah huakbar…….!!. jadi sebagai orang muslim harus konsisten dengan kitap dan hukum-hukum-Nya, sebagai orang islam gunakan lah hukum yang sudah disediakan Allah. SWT.

    Al-Qur’an

    Al-Qur’an adalah sebagai kitab undang-undang dan petunjuk jalan yang lurus bagi segenap Manusia Bukan hanya segenap Islam.

    Al-Quran sebagai kitab samawi yang terakhir setelah kitab Taurat, jabur, dan Injil dari ketiga al-kitab sebelumnya diturunkan oleh Allah melalui Malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu.
    Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. kitab ini berisi tentang hukum-hukum dasar bagi kehidupan manusia pada jamannya. dan kitab kedua Jabur yang diturunkan kepada Nabi daut a.s. putra Nabi Musa. Kitab ini bukan berisi tentang hukum dan lainnya kecuali pujian-pujian kepada Allah, yang berupa nyanyian atau syair. Kitab Ketiga Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. sedang kan kitab ini sebagai kitab pelengkap taurat dan Jabur. Dan kitab yang ke 4 sebagai kitab penutup dan penyempurna dari kitab sebelumnya sekaligus sebagai penutup turunnya wahyu Illahi dan kenabian yaitu kitab Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul akhir Jaman yaitu Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw. sebagai nabi dan rasul penutup akhir zaman yang dikhususkan untuk seluruh umat manusia. Yang membawa berita gembira dari Allah SWT. “Hari ini telah kusempurnakan Islam sebagai agamamu dan al-Quran sebagai kitab pedomanmu dan petunjuk kejalan yang lurus”

    Jadi Al-Qur’an adalah sebagai kitab undang-undang dan pedoman jalan yang lurus bagi segenap umat Manusia. Jadi menurut saya bukan hanya islam, tidak pantas jika dibilang sebagai undang-undang islam atau hukum islam, semua yang merasa manusia hukumnya Wajib menggunakan. Al-Quran sebagai sumber hukum yang sudah disepakati oleh keempat nabi yang menerima kitab samawi. Karena ketiga kitab samai tersebut Jabur, Taurat, Injil sudah disempurnakandidalam Al-Qur’an oleh-Yang Maha Sempurna.

    Jadi jika kita menyatakan hukum Islam kesanya hanya sebatas untuk orang Islam saja, padahal ajaran yang dibawa oleh Nabi akhirjaman Muhammad Saw. Dikususkan untuk seluruh alam semesata seluruh umat manusia.

    Tidak bisa disangkal lagi dari beberapa ajaran kitab samawi yang di embankan kepada ke empat nabi besar masing-masing berkaitan erat satu samalainnya, serupa dengan tingkatan-tingkatan sekolah SD, SMP, SLTA, dan Perguruan Tinggi sebagai pendidikan penutup, yang kelak akan men menjadi Wisudawan-wisudawan akhir jaman yaitu kiamat. Setiap manusia akan memegang catatannya masing-masin sebagai ijasah selama menuntut pendidikan dimuka bumi.

    Jadi sudah jelas bumi ini bukan tempat panggung sandiwara yang menurut ahmat alaber penyanyi roker atu badut yang melakoni tampang-tampang kemunafikan.

    Demikian lah duri yang ada dalam dada saya
    Wabillahi Taufiq wal hidayah Wassallamunalaikum W.W.

  14. jangan sampai agama disalah gunakan hanya karena kepentingan sesaat justru dengan begitu menjadikan agama sebagai alat untuk mencapai kepentingan akan menimbulkan kezholiman ……

  15. seandainya indo jd negara islam. Berapa bnyk org islam yg harus dipenggal, dirajam, dicambuk, dipotong tangan dll. Krn org islam indo bnyk bngt yg melanggar syareat islam, spt.. Membunuh, memperkosa, pacaran, zinah, main sihir dan dukun, mencuri, korupsi, tdk mau shalat, tdk mau puasa dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s