Empat Tingkatan Cinta

oleh Gede Prama

Pertama, mereka yang menjadi pedagang kehidupan dan pedagang doa. jangankan dengan Tuhan dengan siapa saja ia berdagang, kalau permohonan tercapai, maka Tuhan berwajah baik. Kalau tidak dipenuhi, apalagi dihadang bencana, Tuhan disebut marah. Dalam pandangan kelompok ini, bencana tidak lain hanya tuhan yang murka kepada ulah manusia. Tidak salah tentunya karena ini merupakan proses pertumbuhan

Kelompok kedua, adalah percinta tingkat remaja. Ciri kelompok ini adalah rasa memiliki yang tinggi. Tidak boleh ada orang lain, hanya dia yang boleh dekat dan dicintai oleh Tuhan. Cinta bagi kelompok ini tidak ada pilihan lain, kecuali menyayangi, memaafkan dan membebaskan. Tidak boleh ada ekspresi dari cinta Tuhan selain menyayangi, memaafkan dan membebaskan. Begitu ada wajah cinta yang lain (lebih-lebih berwajah bencana), maka mudah ditebak kemana kehidupan bergerak: benci tapi rindu!. ini asal muasal pertanyaan sejumlah sahabat yang luka ketika bencana, kemudian bertanya. Tuhan, masihkah engkau menyayangiku?

Kelompok ketiga adalah kelompok pecinta tingkat dewasa. Cinta tidak lagi diikuti kebencian. Cinta adalah cinta. Ia tidak berlawankan kebencian. Lebih dari itu berbeda dengan kelompok kedua yang menempatkan dicintai lebih indah dari pada mencintai, pada tingkat ini terbalik, mencintai lebih indah dibandingkan mencintai. Karena itu, bencana, yang sudan mencapai tingkatan ini tidak di tempatkan sebagai hukuman, melainkan masukan tentang seg-segi di dalam diri yang perlu diperbaiki. Dengan kata lain bencana adalah vitamin bagi pertumbuhan jiwa.

Kelompok keempat adalah jiwa yang tidak lagi mencari apa-apa. Bukan karena marah apalagi frustasi. Sekali lagi bukan. Namun, karena melalui rasa berkecukupan, iklas dan bersyukur yang mendalam kemudian dibimbing, kalau semua sudah sempurna. Bukankah sakit yang mengajari menghargai kesehatan secara baik? sukses sempurna, gagal sempurna. Bukankah kegagalan membawa kita pada puncak tahu diri? Kehidupan sempurna, kematian sempurna. Bukankan kematian adalah mitra makna kehidupan yang membukakan pegertian kehidupan yang jauh lebih dalam? Kaya sempurna miskin juga sempurna. Bahkan kemiskinan adalah pendidikan yang tidak sombong dan senantisa rendah hati? Dengan demikian, dalam jiwa-jiwa yang sudah sampai disini tidak ada kamus bencana. Apapun yang terjadi diberi judul sama, sempurna.

Kompas, Sabtu 4 November 2006 : hal 7

3 responses to “Empat Tingkatan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s